Things... about tonight.

Aih sudah lama ternyata saya tidak menulis disini *bawa monceng beresin jaring laba-laba*

Well, sebenernya ini gara-gara saya habis nonton "supernova" sebuah film adaptasi dari novel karya Dewi "dee" Lestari dengan judul sama. 10 tahun lalu atau zaman saya SMP, saya pernah membaca novel ini namun banyak yang saya tak mengerti dengan novel nya ini.
Ini sih pandangan subjektif saya yah, bener-bener subjektif.

Satu kata untuk film ini setelah saya menontonnya : Menyesal!
Ya saya menyesal, film yang awalnya saya kira akan menyenangkan gara-gara termakan oleh bujuk rayu trailer nya, nyatanya berbalik arah malah bikin saya kecewa. Meski akhirnya membuat saya mengerti tentang alur ceritanya. Pantas saja saya sewaktu SMP tak mengerti dengan cerita yang dipaparkan di buku supernova.

Kenapa?

Karena...

Entah mengapa saya merasa film ini sarat dengan unsur LGBT nya ( Lesbian Gay Biseksual dan Transgender)#CMIIW. Yah yang belum tau apa itu LGBT silahkan browsing dan tanya mbah google.
Let me explain to you. Jadi diawal film ini dikasih preambule yang keren kata-kata narasi yang dibawainnya. Tapi kemudian setting berpindah ke dua cowok yang ketemuu di amrik lalu kenalan, salah satu cowok ngasih alamat sebuah pesta yang diadain temennya. To make it short. Cowok yang dikasih alamat party itu dateng. Disitu mereka teler gitu deh gara-gara pil yang bikin mabok atau apalah itu namanya. Nah disitu salah satu cowoknya ngaku kalo dia gay. Eh cowok yang satunya bilang lo cemen gitu deh ngomong dan ngaku kalo gay aja pake pas lagi teler segala. Ternyata cowok yang satunya lagi juga gay. pfffttt by the way dari awal setting party itu udah ada figuran lesbi gitu -____-
Entah lah diawal film mood saya buat nonton jadi hancur. Mau keluar, apa daya duit udah keluar buat bayar tiket. Mana sendirian kan nontonnya ga asik juga ngabur. Tapi yang lucu, ga sengaja dua penonton di samping saya itu cowok-cowok. Gara-gara adegan pengungkapan "jati diri" dua cowok yang di film mereka macem salting gitu. sambil ngomong "an***t! salah gue nonton film" hihihi. Mungkin dua mas itu salting karena takut gue kirain mereka juga gay. hahaha
Back to the topic, plot ceritanya sih tentang seorang perempuan yang udah married, wartawati sukses di usia 25 tahun dan  kemudian punya tugas buat wawancarain mas-mas eksekutif muda, ganteng, tapi ga nikah-nikah. Eh mereka pas awal ketemu kayak cocok gitu deh, macem-macem punya chemistry gitu dah. Nah berhubung si mbak nya udah nikah, mereka ketemuan di belakang si misua. Yang pada akhirnya sih ketauan juga sama misua nya. Tapi plotnya ini di sambungin sama benang merah si supernova itu, Jadi supernova di film ini tuh bukan sebuah fenomena alam di angkasa sonoh. Tapi semacem cyber chatting gitu dah. Macem MSN atau macem chattingan di yahoo, tapi yang ngadminin si Supernova yang unknown gitu. Nah semua orang curhat ama dia via chatting di dumay. Si mbak yang udah nikah cerita tentang kegalauannya yang ga bahagia sama pernikahannya, si suami mbaknya curhat kalo dia kayaknya tau si istri selingkuh, dan si mas eksekutif ganteng tadi curhat kalo dia ketemu putri impiannya. begitu dah. Dan si admin supernova ternyata adalah si tetangga nya mas eksekutif, yang juga seorang model yang kadang suka "dipakai" kalo di pelem itu sih digambarinnya gitu.
Jadi intinya sih (sekali lagi ini menurut sayah a.ka gue) dengan disisipinnya si LGBT (yang di film ini tuh ceritanya mereka mau bikin cerita tentang roman ketemu sains gitu deh, jadi sepanjang film mereka macem jadi penulis cerita antara mbak wartawati, mas eksekutif dan mas suami.) yang nongol terus bikin bergidik. Bikin saya secara ga sadar ini macem warning buat Indonesia. Kalo si mbak Dewi "dee" Lestari udah bikin cerita ini dari dulu, sepuluh tahun lalu. Lalu di film kan sekarang. Itu berarti mbak dewi udah melihat orang di lingkungannya yang LGBT, dan dunia perfilm-an which is dunia yang gampang ngakses pikiran manusia yang bisa nonton bahwa ada LGBT yang butuh space di dunia ini. Ngeriii...

Intinya sih gini yah, saya gak meragukan kekuatan kata-kata dari Dewi "dee" Lestari dalam menuliskan sebuah cerita, yang perahu kertas juga keren yang recto verso juga, karya-karya nya identik dengan kata-kata yang kece dan dengan plot-plot yang rumit yang memang itu real ada di muka bumi ini, ia berhasil menggambarkan perasaan manusia. (pantesan aja anak umur 12-13 tahun macem saya dulu gak ngerti isi buku supernova). Tapi sayang film nya di bawah ekspectasi saya. :(

About LGBT, saya tetep ga ngerti dengan apa yang mereka rasakan. Bisa jadi itu cuma bisikan nafsu yang mereka iyakan untuk disulut sama setan. Bukankah sejak zaman moyang kita, zaman Adam dan Hawa tidak ada LGBT. Tidak pernah ada Adam untuk Adam, atau Hawa untuk Hawa. Tapi yang ada adalah Adam untuk Hawa, dan Hawa untuk Adam.
Contoh nyata yang membuat Tuhan murka adalah kaum nya nabi luth. Lihat saja yang terjadi dengan kaum nya nabi Luth.
"Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri".
(Q.S Al-A'raf :81-82) 
Kaum tsamud yang akhirnya binasa karena batu-batu yang di hujamkan ke atas diri mereka.
"Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu."
(Q.S Al-A'raf :84)
 

Life is choice. But no, life is we accept everything that Allah has given to us. And then we live with it with.

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang orang yang mendapat petunjuk. 
(Q.S Al-am'am : 116-117)
Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan".
(Q.S Al-An'am : 164)

Demikianlah...
Wallahu 'alam...

*Sudut Utara Jakarta, di sudut ramai manusia*
~DYR~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jembatan Zaman

After the Rain - Adhytia Sofyan