Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

Sajak Februari

Gambar
Sajak Februari :1991-1995 1 cinta adalah rasa yang kuucap dalam setiap desah dan cuaca tak sampai-sampai getarnya padamu 2 setiap hari embun meneteskan kesetiaannya pada pagi seperti aku yang tak pernah berhenti menari dalam mimpi tentangmu dan jatuh 3 maka kutanyakan pada mungkin ia memandangku dengan mata kaca mengecup luka dan berkata pergi dan pakailah kerudung airmatamu sebab tak ada tempat untuk cinta di sini 4 Engkaukah itu yang berkata? Semua pejalan di bumi, semua pencinta pasti akan menderita tapi bagaimana agar tiap gerak berarti hingga malaikat pun sudi mengecup semua luka kita yang mawar engkaukah itu yang berkata, cinta? sementara diam-diam kita berikan keping luka dan risau kita pada angin yang tak desau 5 Di dalam bis yang membawa banyak orang, Kau cari aku hari itu. Tapi kau tak tahu aku telah mencarimu sejak pertemuan pertama kita Mengapa kau sisakan peta buram yang sama hingga aku tak pernah bisa menatap punggungmu Di a...

Tentang Hati

Gambar
Allah, menciptakan hati hanya satu... Karena Dia tak ingin ada cinta-cinta lain di dalam hati itu... Cukuplah hanya cinta-Nya yang harus menjadi Raja yang Merajainya... Aku tak pernah mampu menguraikan makna cinta... Yang aku tau, aku seperti berjalan dalam kegelapan, antara ingin mencari dan berpindah ketempat yang lebih terang... atau tetap ingin membetulkan lampu yang mati yang membuat gelap itu... entahlah.... ~DYR~

Jangan-jangan Aku Tak Kenal

Gambar
Tak kenal maka tak sayang, banyak orang yang meyakininya begitu. Namun, tidak sedikit pula yang menghianati keyakinannya. Mengaku sayang padahal sesungguhnya tak kenal. Seperti itulah yang aku rasakan sekarang, aku adalah salah-satu dari penghianat-penghianat pepatah tersebut. Aku punya kekasih, rajin sekali aku menemuinya. Ya k atakanlah saja begitu, walaupun aku sendiri tidak yakin apakah aku benar-benar menemuinya. Sebab setiap aku di hadapannya, hati dan pikiranku tidak berada di sana. Aku mengkhawatirkan remeh-temeh kepentingan-kepentinganku sendiri, memikirkan banyak hal selain kekasih yang berada di hadapanku. Selain itu, aku juga tak lama menemuinya, ya sekedar memenuhi kewajiban sebagai seorang kekasih. Oleh karena itu, untuk menenangkan hatinya aku selalu mengucapkan kata-kata gombal, “Hidup-matiku hanya untuk engkau, kekasihku..” Tolong, jangan tanyakan padaku tentang perihal merealisasikan kata-kataku ini. Begitu juga saat kekasihku mencoba berkom...

Cermin Yang Tak Kubelah

Gambar
Buruk rupa cermin dibelah mungkin pepatah yang sudah terkenal berkonotasi buruk. Pepatah ini biasa ditujukan kepada kita yang tidak mampu menerima kenyataan, kita yang kurang cerdas menyambut ketetapan Tuhan atas diri kita, kita yang tidak pandai bersyukur, kita yang buta akan keindahan dibalik sesuatu yang kita nilai buruk bagi diri kita. Oh, ma’af jika Anda tidak suka dengan kata “kita”. Tentu Anda, begitu juga dia dan mereka, tidak termasuk dalam “kita” tersebut. Aku menggunakan kata “kita” hanya untuk pemanis, agar lebih enak dibaca dan pas dengan kaidah-kaidah hubungan kemasyarakatan. Tenang saja, paragraf selanjutnya insya Allah aku hanya akan memakai “aku” –tidak akan ada lagi kita, mereka, dia, apalagi Anda. *** Pepatah di atas masih kuanggap lebih baik jika dibandingkan dengan apa yang pernah aku lakukan. Lalu apa yang lebih buruk dari membelah cerminnya? Dipecah berkeping-keping kemudian pecahannya ditumbuk hingga menjadi bubuk? Bukan juga seperti itu. ...

Surat Cinta dari Manusia-Manusia yang Malamnya Penuh Cinta

Gambar
photo : diary hujan's blog 11 May 2006 at 9:59 am | Posted in Artikel Islami | 6 Comments “Lihatlah hari ini, sebab ia adalah kehidupan,kehidupan dari kehidupan. Dalam sekejap dia telah melahirkan berbagai hakikat dari wujudmu. Nikmat pertumbuhan. Pekerjaan yg indah. Indahnya kemenangan. Karena hari kemarin tak lebih dari sebuah mimpi. Dan esok hari hanyalah bayangan. Namun hari ini ketika anda hidup sempurna telah membuat hari kemarin sebagai impian yg indah. Setiap hari esok adalah bayangan yg penuh harapan. Maka lihatlah hari ini”. (Kalidasa) Artikel Islami 14 Juli 2005 – 10:58 Surat Cinta dari Manusia-Manusia yang Malamnya Penuh Cinta Kami tujukan kepada : Insan yang tersia-sia malamnya Wahai orang-orang yang terpejam matanya, Perkenankanlah kami, manusia-manusia malam menuliskan sebuah surat cinta kepadamu. Seperti halnya cinta kami pada waktu malam-malam yang kami rajut di sepertiga terakhir. Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahasianya yang penuh pesona. K...

Menanti Sang Mujahid

Gambar
Mujahidku apa kabar...? semoga saat ini engkau baik2 saja Penatku,penatmu saat ini semoga tetap di jalanNya semoga mendung ini kaunikmati juga supaya kau merasa sejuk setelah seharian bercampur debu Mujahidku... aku rindu dalam rindu-rindu tentang takdir kita semoga saat ini penghulu kita menjagamu,melindungimu di jalanan yg terik atau di lautan yang berdebur... atau...bahkan di musim yang berbeda? aku tak pernah tahu namun tahukah kau? aku selalu yakin akan skenarioNya Mujahidku... semoga saat ini Dia menjaga hatimu,mata,pendengaran,jiwamu,semuamu...(ehhhemm) untukku... aku juga,semoga Dia membantuku untuk menjaga kehormatanku,jiwaku..jasadku,semuaku..untukmu...KarenaNya semata Mujahidku..tahukah kau? saat ini aku berdoa untuk keselamatanmu semoga saat ini engkau masih teguh dijalan yang Ia bentangkan untukmu Mujahidku... saat penat-penat pikir dan jasad begitu menggila saat kumparan-kumparan dakwah ini mengajak kita berputar bersamaNya... sungguh,aku hanya berharap DIA ridha a...

After the Rain - Adhytia Sofyan

Gambar
If I could bottled the smell of the wet land after the rain I’d make it a perfume and send it to your house If one in a million stars suddenly will hit satellite I’ll pick some pieces, they’ll be on your way In a far land across You’re standing at the sea Then the wind blows the scent And that little star will there to guide me If only I could find my way to the ocean I’m already there with you If somewhere down the line We will never get to meet I’ll always wait for you after the rain

Surat Ini Untukmu...

Assalamu’alaikum, Segala puji Ibu panjatkan kehadirat Allah ta’ala yang telah memudahkan Ibu untuk beribadah kepada-Nya. Shalawat serta salam Ibu sampaikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan para sahabatnya. Amin… Wahai anakku, Surat ini datang dari Ibumu yang selalu dirundung sengsara… Setelah berpikir panjang Ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena, sekalipun keraguan dan rasa malu menyelimuti diri. Setiap kali menulis, setiap kali itu pula gores tulisan terhalang oleh tangis, dan setiap kali menitikkan air mata setiap itu pula hati terluka… Wahai anakku! Sepanjang masa yang telah engkau lewati, kulihat engkau telah menjadi laki-laki dewasa, laki-laki yang cerdas dan bijak! Karenanya engkau pantas membaca tulisan ini, sekalipun nantinya engkau remas kertas ini lalu engkau merobeknya, sebagaimana sebelumnya engkau telah remas hati dan telah engkau robek pula perasaanku. Wahai anakku… 25 tahun telah berlalu, dan tahun-tahun itu ...