Baca Yaaa!!!!

Postingan kali ini akan sedikit lebih panjang dari biasanya. Tapi tetap baca terus ya kawan-kawan, insya Allah bermanfaat.
Saya ambil dari blog : http://darmandj89.wordpress.com/2012/01/21/komunitas-pengaduan-konsumen/
Mengenai :

Berikut ini merupakan cerita dari beberapa orang yang pernah mengalami iming-iming hadiah inextron  yang pada akhirnya merasa tertipu, sedang berusaha untuk mencari bukti dan saksi-saksi untuk menguatkan kalau trik yang mereka lakukan tidak benar !!!
SALAM KEBENARAN !!!
Hati-hati Iming-iming Hadiah Produk Inextron di I-Home
Sriati – suaraPembaca
Jakarta – Bersama ini saya ingin menyampaikan pengaduan sehubungan dengan trik marketing melalui iming-iming keberuntungan mendapat undian yang telah dilakukan oleh toko I-Home yang berlokasi di ITC Permata Hijau (tepat di depan kasir swalayan Carrefour Permata Hijau). Kejadiannya adalah pada hari Kamis, 5 Februari 2009. Adapun kronologisnya adalah sebagai berikut:
Setelah belanja dari Carrefour saya bersama suami dan anak bungsu kami mampir untuk melihat peralatan rumah tangga yang dijual atau didisplai pada toko I-Home di ITC Permata Hijau. Setelah melihat-lihat sejenak ternyata toko tersebut menjual barang-barang elektronik bermerek Inextron, seperti induction cooker, air purifier, multi-cooker, vacuum cleaner, oven/ microwave, set peralatan makan (sendok/ garpu/ dan lain-lain), yang menurut penjaganya adalah produk dari Osaka, Jepang.
Penjaga toko yang bertugas juga mengatakan bahwa toko tersebut baru dibuka dan sedang promosi. Jadi barang-barang yang ada hanya untuk display saja dan tidak untuk dijual.
Sebelum meninggalkan toko penjaganya menawarkan untuk menarik ‘lucky draw’ sehubungan dengan masa promosi dan ulang tahun perusahaan ke-12. Saya bilang suruh saja anak saya yang ambil. Setelah dibuka hadiah yang diperoleh adalah alarm pintu.
Setelah hadiah diberikan para penjaga toko yang tahu-tahu sudah semakin banyak (3 orang) dengan suara yang sangat berisik. Salah satu dari mereka mengatakan dalam kupon ada yang aneh karena tertera “Parcel Millennium”, tidak seperti kupon-kupon lain yang sudah diambil oleh pengunjung lain sebelumnya di mana hanya bertuliskan “Terima Kasih atas Kunjungan Anda”. Penjaga tadi lalu minta waktu saya menunggu sebentar karena dia akan mengecek apakah itu berarti saya berhak atas hadiah lain lagi.
Setelah melakukan telepon dalam ruangan lain ia kembali dan bilang sponsor mereka membenarkan bahwa tulisan tersebut menandakan orang yang menarik undian berhak atas hadiah lain yang lebih besar. Sponsor yang mengaku bernama Dian Purnama minta bicara dengan saya melalui telepon dan meminta saya menunggu 3 menit karena paket hadiah akan segera difaksimili. Menurut Dian P memang dalam wadah undian ada 2 kupon yang bertandakan “Parcel Milenium” dan saya adalah pengunjung pertama yang sangat beruntung.
Singkat cerita ruangan toko jadi semakin heboh dan gegap gempita. Faksimili masuk dan isinya adalah bahwa saya telah memenangkan induction cooker yang menurut katalog mereka tertera berharga sekitar US$1,400 lebih (tentu saja saya sangat senang).
Suasana jadi semakin bising dengan teriakan-teriakan para penjaga toko sampai saya dan suami pusing mendengarnya. Di samping induction cooker menurut penjaga saya juga berhak atas voucher 500 ribu rupiah. Lalu, mereka bertanya apakah saya memiliki kartu bertandakan master dan visa, karena
jika iya, saya berhak atas hadiah-hadiah lainnya lagi berkat kerja sama mereka dengan Visa dan MasterCard.
Ujung-ujungnya saya memenangkan hadiah sebagai berikut: Induction cooker (US$1,400 lebih), multi-cooker dari MasterCard (Rp 2,5 juta) dan set sendok garpu dari Visa (Rp 1,5 juta). Namun, untuk memperoleh semua itu saya mesti membeli salah satu product mereka yang harganya sekitar US$800-an paling murah. Namun, setelah dipotong voucher 500 ribu ditambah discount ini itu, total harga air purifier harus saya tebus dengan uang senilai Rp 7,900-ribuan, yang langsung digesek transaksi pembayarannya melalui kartu Citibank saya.
Entah mengapa saya merasa sangat senang dan menjadi sangat tidak rasional saat itu dan menyetujui serta mengikuti semua yang diminta oleh para penjaga toko yang histeria seolah habis mengkonsumsi Inex (obat-obat pemicu histeria). Mereka mengambil gambar saya menggunakan kamera handphone dan meminta jangan bilang pada siapa-siapa bahwa semua itu adalah hadiah. Bahkan Dian Purnama mengatakan bahwa saya mesti bilang ke orang lain bahwa saya membeli semua barang-barang tersebut.
Setiba di rumah saya baru sadar dan mulai berfikir jernih tentang semua kejadian di I-Home hari itu. Setelah melacak lewat internet berbagai informasi yang tidak jelas saya baca, termasuk harga yang berbeda-beda untuk produk-produk yang dijual. Bahkan, ada yang menawarkan produk yang sama (air purifier) dengan harga hanya 500 ribu.
Sementara di I-Home harga yang harus dibayar adalah US$800-an. Dan, juga ternyata modus operandi yang sama persis sudah dilakukan dalam kegiatan pemasaran produk yang sama di mana-mana. Pengaduan yang saya baca di media konsumen bahkan ada korban yang lokasinya sama yaitu di ITC Permata Hijau namun dengan nama toko yang lain, yaitu Blue Top. Produk-produk yang diberikan juga ternyata berbeda dengan yang ada di katalog dan berbeda dengan buku manual yang dalam box produk.
Mengingat I-Home dan produk Inextron adalah pastinya perusahaan besar, mohon Pihak berwajib dan YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) segera mengambil tindakan dan jangan membiarkan mereka membodohi masyarakat kita dan mengorbankan konsumen dengan cara-cara tipuan seperti ini. Akibatnya akan sangat buruk. Sementara pelaku akan sangat gembira karena dapat memperoleh penghasilan sebesar itu dengan mudah.
Belum lagi para generasi muda yang dipekerjakan menjaga toko yang sudah dirusak otaknya dan dilatih untuk melakukan berbagai hal yang tidak baik. Mau jadi apa bangsa kita ini? Saya mengharapkan YLKI dapat membantu. Dan saya bersedia membantu apapun untuk membuat mereka jera dan tidak ada lagi yang menjadi korban.
Salam dan hormat saya,
Sriati
Konsumen yang dikorbankan
(Jakarta)


Inextron Ramayana M-TOS MAKASSR
Tiga hari yang lalu saya berkunjung ke mall M-Tos Makassar niatnya sih untuk membeli baju, namun ketika saya sedang berjalan dan melewati sebuah sebuah stand yang tertulis  Inextron I Home maka saya disapa oleh salah satu sales wanita I home inextron, awalnya sih saya tidak berminat untuk singgah ke stand mereka tapi katanya hanya untuk promo dan bagi-bagi souvenir gratis maka saya menyempatkan untuk singgah sebentar saja (kan Cuma untuk bagi-bagi souvenir ktanya). Singkat cerita sesampainya didalam stand mereka, saya diajak bicara sedemikian rupa yang kadang tidak relevan dengan inti pembicaraan saat itu, ditanya soal pacar lah dan hal-hal lain yang tidak penting, pada saat itu ada 2 orang sales wanita yang mengajak saya berbicara, kemudian sales yang satu mengajak saya berbicara yang satunya lagi mengambilkan souvenir yang dimaksudka yaitu sebuah pulpen multifungsi yang dapat digunakan juga sebagai senter. Setelah itu saya sudah ingin keluar (kan souvenirnya sudah dibagikan). Tapi katanya sebentar dulu mas kita ada undian nih bagi orang yang sudah mendapatkan souvenir, singkat cerita, salah satu sales yang bernama muty memberikan beberapa kertas undian yang harus dipilih salah satunya untuk mendapatka hadiah jika beruntung katanya diantara 10 kertas undian itu Cuma ada 1 yang mempunyai  hadiah undian, kemudian saya cabut 1 kertas  dan ternyata kertas itu tidak tertulis nama hadiah,katanya maaf mas anda belum beruntung, tapi……beberapa detik kemudian sales yang satunya memeriksa kembali kertas undian dan katanya ada tulisan VIP yang mereka pun tidak tahu apa maksudnya , dengan berlagak pura –pura tidak tahu sales yang menemani saya bertanya pada sales wanita yang lebih senior, dan mereka pun menelfon ke pusat katanya untuk mengkonfirmasi arti tulisan VIP, beberapa menit kemudian sales senior datang kepada saya mengucapkan selamat karena saya sedang beruntung  saya berhak untuk mengikuti undian dalam rangka ulang tahun I home, serentak sales yang ada dalam stand mereka   pada heboh dan menyelamati saya  karena  hadiahnya adalah sebuah unit mobil dan mengatakan kesempatan untuk memenangkan hadiahnya ini sangat besar sambil menulis di sebuah kertas sales senior mengatakan kalau mempunyai 90% kemungkinan saya bisa dapat mobil atau paling tidak dapat motor dan sales ini mengatakan sayang sekali kalau saya melewatka ini.apalagi katanya  saya  yang pertama saja mendapatkan kesempatan undian ini(pastinya saya tertarik). Namun katanya untuk mengikuti undian ini maka saya harus membeli salah satu barang produk I home (ngeeeeeeeek) karena saya sudah mendapat undian maka saya berhak mendapatkan discount pemotongan harga sebuah home theater yang berharga 15 juta hanya akan dijual seharga 8 juta buat saya, saya mengatakan saya tidak bisa untuk membeli dengan harga sebanyak itu, lagipula saya belm berpenghasilan. Katanya mas itu tidak apa-apa silahkan bayar saja uang DP dulu yang penting namanya bisa ikut terdaftar untuk mewakili Makassar mengikuti undian ini ,dan saya yang pertama dan mewakili Makassar, cara kerja mereka cepat, memecah konsentrasi, membesarkan volume home theather saa semua calon mangsa masuk, kemudian saa ditanya punya kartu kredit atau ATM yang berlogo master VISA, “boleh saya liahat dulu? Katanya” saya pun mencari dalam dompet “kan Cuma untuk dilihat?”berlogo master visa. Terus ditanya berapa limit atm yang ada didalamnya. Yang saya bilang Cuma 300.000 ribuan, kemudian sales itu membawa atm saya dan menggeseknya, pada saat itu saya mulai berpikir sepertinya ada yang aneh, tapi kerja mereka cepat, suasana dibuat gaduh sama mereka, ucapan selamatlah,suara music yang dibesarkan, hingga saya merasa seperti dihipnotis, dan melakukan semua instuksi yang mereka katakan adengan iming-iming hadiah mobil itu…..
Setelah ini saya sudah mem BLACK LIST inextron jika ada yang melewati counter mereka maka hati-hatilah, ini bisa saja trik yang mereka gunakan untuk menjerat  dan  membeli barang-barang mereka secara terpaksa. Bukan karena dipaksa secara pernyataan tapi anda akan dimanipulasi dengan hadiah-hadiah yang mereka sebutkan.
Analisa Trik Persuasi Inextron
REP | 18 August 2010 | 19:5
 Banyak korban yang termakan rayuan maut dari Inextron. Apabila Anda pernah mengalaminya, Anda harus mengakui bahwa para sales mereka ditraining dengan sangat baik. Saking baiknya, konsumen baru sadar telah membeli sesuatu yang tidak ia perlukan setelah sampai di rumah. Banyak yang mengira mereka menggunakan ilmu hipnotis. Padahal yang mereka gunakan hanyalah trik persuasi yang memanfaatkan perilaku mekanik dan prinsip resiprokal.
Perlilaku Mekanik
 “Yang dimaksud perilaku mekanik adalah perilaku otomatis setiap makhluk hidup, baik hewan maupun manusia, yang berkembang melalui kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan dalam pengalaman hidup. Perilaku mekanik ini berkembang secara alami untuk menentukan keputusan secara efektif. Artinya dengan perilaku ini mahluk hidup tidak memerlukan pemahaman yang lebih mendalam untuk memutuskan suatu tindakan tertentu ketika menghadapi persoalan. Ia cukup menggunakan bukti atau persepsi tunggal yang diterima selanjutnya secara otomatis memberikan responnya. Perilaku seperti ini menghasilkan tanggapan yang cepat dan segera sifatnya.”
 “Penelitian M.W. Fox terhadap induk Kalkun menunjukkan bahwa induk Kalkundapat dipicu prilaku mekaniknya oleh suara chip-chip yang dikeluarkan oleh anaknya. Ketika anak Kalkun berbunyi chip-chip maka serta-mertasang induk akan menaungi dan melindunginya. Namun ketika anak itu diam makasang induk Kalkun akan mengacuhkannya bahkan bisa melukainya”. Untuk contoh perilaku mekanik lainnya bisa dilihat di http://iwanfirman.blogspot.com/2009/01/prinsip-resiprokal.html.
 Pada manusia, prinsip yang berlaku adalah semakin mahal harga barang maka kualitasnya akan semakin baik. Perilaku mekanik ini dimanfaatkan oleh Inextron dengan cara memberi harga yang sangat tinggi pada produk-produk mereka. Sebuah kompor listrik induksi dijual dengan harga USD $ 1600, padahal kompor sejenis dengan merk lain yang lebih terkenal harganya jauh lebih murah. Secara psikologis,trik ini digunakan untuk membuat kesan bahwa Inextron menjual produk yang sangat berkualitas. Konsumen yang mendapat kompor ini dari kupon undian akanmerasa sangat beruntung, ditambah pula dengan pujian-pujian setinggi langit dari para sales.
Harga panci dan home theatre menggunakan dollar supaya lebih meyakinkan
 “Persuasi dengan memanfaatkan perilaku mekanik manusia sangat efektif dalam situasi tertentu. Yaitu ketika obyek sasaran tidak memiliki ketertarikan, waktu, energi, atau sumber kognitifuntuk melakukan analisa komplet terhadap situasi tersebut.” Oleh sebab itu,dipilih korban yang kebanyakan adalah ibu-ibu yang berusia lanjut. Perempuancenderung lebih konsumtif dibanding pria, dan lagi, ibu-ibu berusia lanjutbiasanya tidak memiliki pengetahuan atau pun ketertarikan terhadap produk baru seperti kompor listrik induksi, sehingga mereka lebih mudah dibujuk.
 “Atau ketika terburu-buru, tertekan, mengalami situasi ketidakpastian,tidak dapat membedakan, dalam keadaan terganggu dan sangat lelah. Dalam keadaan semacam itu seseorang cenderung kurang fokus terhadap informasi yang tersedia. Lalu mereka kembali kepada bukti tunggal yang primitif”. Inextron menciptakan situasi ini dengan cara terus mengajak konsumen untuk berbicara dan menyetel musik agak keras untuk menghilangkan fokus konsumen. Apabila konsumen datang bersama teman, maka temannya itu juga akan terus diajak ngobrol untuk mengalihkan perhatiannya ke konsumen. Contoh “Anda kuliah di mana? Ambil jurusan apa? Asik ga? Ntar kerjanya jadi apa tuh?”. Dan percayalah, Anda akan terus diserbu oleh pertanyaan selama berada di sana.
 Proses ini kemudian akan ditambahkan lagi dengan prinsip kelangkaan. Biasanya sales akan berkata bahwa Anda adalah salah satu dari 20 orang diseluruh Indonesia yang beruntung mendapatkan hadiah dari Inextron. Lalu rayuanpun dimulai “Waw, Ibu beruntung banget! Jarang loh ada yang bisa dapet kompor!”. Lalu mereka menggunakan prinsip lain yaitu pembuktian sosial. Apabila ada konsumen yang menolak menanda tangani bukti transfer, biasanya mereka akan”menantang”  konsumen untuk membuktikandengan kata-kata seperti  ”Masak,tanda tangan gitu aja nggak berani. Mesti minta izin istri, ya? Masak, takut sama istri?”
Prinsip Resiprokal
 “Prinsip persuasi ini memanfaatkan aturan yang berlaku sangat kuat dalam hubungan antar manusia yaitu bahwa ada kewajiban atau tanggung jawab bagi seseorang untuk membalas pemberian orang lain. Prinsip ini berlaku dalam banyak budaya dan bangsa di dunia. Sehingga sangat efektif menggunakan prinsip ini kepada manusia dimanapun saja. Sebagai contoh dalam pengalaman bermasyarakat kita selalu ada perasaan keharusan untuk mengembalikan sumbangan orang lainatas dirinya dengan cara ganti memberikan sumbangan saat orang tersebut mempunyai kerja (pernikahan, khitanan, atau kado pesta ulang tahun ). Sumbangan yang diberikan minimal sebanding dengan yang diterima. Ia akan berusaha sedemikian rupa untuk membalas sumbangan bahkan kadangkala dengan cara utang apabila pada saat itu tidak memiliki apapun untuk disumbangkan.”
 Bisa kita simpulkan bahwa untuk membalas kebaikan orang lain, kita rela untuk memberikan sesuatu meskipun kita sebenarnya tidak sudi melakukannya. Contohnya adalah seorang tentara Jerman pada perang dunia I yang batal membuhuh musuh karena ia diberi sepotong roti oleh musuhnya. “Sepotong roti saja bisa mempengaruhi seorang tentara untuk membatalkan misi utamanya. Bahkan membuat Tentara tersebut berani mengambil resiko menghadapi kemurkaan dari atasannya karena kegagalan misinya.”
 Inextron biasanya langsung mengajak konsumen berkomunikasi dengan langsung memberikan hadiah kecil (bisa berupa jam weker atau apapun). Secara naluri Anda akan berterimakasih karena sudah mendapat pemberian ini secara cuma-cuma. Untuk membalas kebaikan ini, konsumen akhirnya bersedia masuk ke dalam toko mereka dimana di dalamnya konsumen akan “dikepung” oleh para sales dan termakan rayuan.
 Pada kasus tentara Jerman di atas, terdapat situasi yang mendukung prinsip resiprokal ini. Setelah melalui perjalanan panjang, sangat mungkin tentaraJerman itu sedang dalam kondisi kelaparan berat. Inextron melakukan ini dengan iming-iming hadiah yang katanya bernilai puluhan juta rupiah. Siapa sih yang tidak menginginkan uang? Para sales juga terlatih untuk melihat calon konsumen potensial, yang biasanya adalah orang yang berjalan dengan santai dan tidak ada tujuan.
 Situasi ini terus dijaga dengan cara terus memberikan pujian seperti “Bunda yakin udah umur 60? Kok kelihatannya masih kaya 40an sih?”. Apabila seseorangdipuji, secara tidak sadar pasti ada keinginannya untuk balik memuji, atau minimal melihat sisi positif dari yang memberikan pujian. Pujian ini membuat konsumen merasa berterimakasih dan berhutang kepada mereka. Imbalannya? Mereka rela saja ketika sales meminta kartu kredit.
 Sudah jelas bahwa pemimpin perusahaan ini mengerti benar teknik persuasi dan berhasil mengajarkannya kepada para sales.Bisa dipastikan, pemilik perusahaan ini adalah orang yang sangat pintar.



***********************************************************************************
Nah Cerita di atas asli loh kawan, ini pernah terjadi pada saya...
Saat mengajak Mamah saya jalan-jalan di Mall daerah Jakarta Utara, eh tiba-tiba Mamah saya di samperin sales yang bilang mau kasih hadiah promosi berupa boneka. Disuruh masuk ke toko, niatnya sih saya gamau masuk, tapi biasa deh ya emak-emak kalo liat gratisan apapun itu pada manut aja. jeng jeng masuk deh.
Dan kronlogisnya sama dengan dua cerita diatas tadi... sedih ilang deh Rp. 7.900.000 nyicil pula hihihi (dan diriku pula yang bayar) tapi ya sudahlah hitung-hitung membahagiakan Mamah, soalnya waktu itu dapet Kompor Listrik, Multi-Cooker ( rice Cooker multi fungsi), Air Purizon, sama Sound System buat mobil. 
Well, tapi itu so nyesek guysss -_______-a

Pengen nya sih di jual-jualin aja ah itu barang2 soalnya sound system buat mobil kan diriku g punya mobil hihihihi...
Yahh semoga kalian ga terkena tipuan itu yaaah...
pelajari trik nya, dan jangan ikuti ajakan nya heheheh

~DYR~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jembatan Zaman

Things... about tonight.

After the Rain - Adhytia Sofyan