Allah, Engkau Cahaya diatas Cahaya
hanya sebuah sharing :)
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatu...
Sebelumnya izinkan saya bercerita sedikit.
Beberapa kawan pernah ada yang bertanya pada saya tentang agama, atau mengajak sharing saya tentang agama.
Karena status-status saya di wall, personal message bbm saya, atau pun profil picture saya yang lebih berbau ke islami.
Ketahuilah, bahwa pada dasarnya, ilmu saya belum banyak. justru saya malu, menyadari saya tidak tahu apa-apa.
Jika di tanya kenapa kamu berjilbab, jawaban saya pun pasti bukan karena, keluarga saya yang menyuruh saya untuk berjilbab, karena memang keluarga saya dari lingkungan yang sekuler, dan awam dalam urusan tutup-menutup aurat. Saya juga bukan lulusan, pesantren ataupun minimal Mts/MA, saya hanya pernah mengenyam pendidikan agama di Madrasah kampung dekat rumah saya-yang bahkan pada saat itu saya lebih sering bolos- jadi jika ditarik kesimpulan bahwa saya paham agama, akan saya katakan dengan tegas, tidak saya bukan orang yang sangat paham agama, hingga dapat menjawab pertanyaan dalil ini dan itu, pengertian surat ini dan surat itu, tapi saya akan lebih suka jika mendiskusikannya, ataupun sama-sama mencari tahu apa yang ingin kita tahu apa maksud dari sebuah dalil ataupun surat surat dalam al-qur’an ataupun hukum-hukum nya.
Jika disimpulkan saya-ataupun akhwat diluar sana- yang berjilbab lebar menutupi dada, lantas disimpulkan memiliki pemahaman lebih atau memiliki ilmu tinggi dalam agama, ataupun mempunyai kelakuan yang harus selalu lemah lembut, ataupun memiliki hafalan berjuz-juz, ataupun hafal hadist ini itu, maka, saya secara jujur menyatakan tidak. Saya tidak hafal semua hadist itu, saya bahkan tidak hafal berjuz-juz, juz amma pun saya tidak hafal seluruhnya, tajwid saya masih belepotan. Akhlak saya masih banyak yang harus saya rapihkan. Tapi akan dengan jelas saya nyatakan bahwa, saya hanya memiliki sebuah pemahaman dalam agama ini. Agama yang saya anut sejak kecil. Bahwa saya tidak mengenal agama ini, maka untuk paham agama ini saya harus berusaha mendekatkan diri kepada yang mempunyai agama ini. Yang saya pahami adalah, jika saya ingin paham saya harus mengikuiti semua petunjuk yang ada pada agama ini.
Maka jadilah saya berkerudung, tapi jika dibilang saya berkerudung karena saya punya ilmu yang banyak. Maka duhai sampai sekarang saya mungkin tak akan pernah mengenakan kerudung. Lalu apa saja petunjuk pemakaian kerudung yang baik dan benar yang agama saya ini berikan?
Saya, harus mengenakan kerudung dengan menutupi dada, tidak memperlihatkan bentuk tubuh, tidak tipis, tidak menyerupai punuk unta. Ya, saya hanya berusaha memahami hakikat berkerudung. Lalu, apakah saya sudah mengenali agama saya setelah saya berkerudung? Sedikit, tapi belum banyak. Maka saya pun solat, dan berusaha untuk tidak meninggalkannya. Meskipun pada saat ini masih banyak waktu solat yang saya kerjakan belum tepat waktu. Tapi entah dimanapun saya hanya coba menjaga agar solat saya tidak bolong.
Yakinlah, dengan seiring waktu Allah yang maha adil sudah menjajikan, barang siapa yang mendekatinya walau hanya sejengkal ia akan mendekatinya sehasta. Tidak kah itu indah? Maka saya tegaskan, saya bukan orang yang berilmu tinggi lantas dapat mengatakan dalil ini salah dan itu salah. Saya hanya dapat mengatakan, “pendapatku benar, dan pendapatmu juga belum tentu salah. Jadi mari kita sama-sama mencari tahu hai saudaraku” indah bukan? Ya Islam mengajarkan itu.
Lantas, mengenai jihad bagaimana?
Entah mengapa saya menyambungnya kemari-karena beberapa alasan mari kita lanjutkan saja-
Saya, sekali lagi menyatakan ilmu saya tidak banyak, maka dengan senang hati saya menyampaikan , pendapat di bawah ini adalah pendapat hasil saya sharing dengan seorang kawan, sahabat lama, dan saudari yang saya cintai karena Allah, yang semoga Allah selalu melimpahkan ketulusan di hatinya untuk mendakwahkan agama ini di bumi Allah, dan smeoga manusia langit akan mengenalinya. Ia mengatakan makna jihad yg sesungguhnya memang berperang dijalan Allah.
Berikut :
“JIHAD,
Ya makna jihad yang sesungguhnya memamng berperang di jalan Allah,
tapi...
tentu ketika kita ingin berdakwah atau memperjuangkan Islam kita kudu ikutin metode yang diajarkan Rosulullah. Coba baca sirah pasti kita bakalan tau kalo perang secara fisik baru dilakukan setelah Daulah Islam tegak di Madinah. Jadi jihad itu salah satu metode Daulah untuk menyebarkan dakwah Islam dalam rangka menghadapi rintangan fisik yang dilakukan oleh para penguasa yang tidak mau tunduk pada Islam makanya dilakukan perang fisik/jihad.
klo sekarang mana bisa kita lakukan perang fisik klo Daulahnya aja belum tegak kembali pasca diruntuhkan oleh kafir laknatullah Kemal Pasha thn 1924 di turki (dibagian ini silahkan browsing tentang siapa itu kemal pasha ataupun mustafa kemal attaturk)
yg bisa kita lakukan sekarang adalah perang secara pemikiran sama seperti yg dilakukan Rosul saat berada di Makkah dulu,, beliau tdk memerangi secara fisik saat keluarga Sumayah disiksa padahal waktu itu pengikut beliau sudah banyak.
Intinya...
Iya, kita memang harus tau makna jihad yg sebenarnya. Salahnya pemahaman mengenai makna jihad adalah salah satu pemicu gagalnya gerakan Islam untuk mengembalikan kejayaan Islam. Mereka menerima terhadap upaya yg dilakukan Barat yg menuduh bahwa Islam keras dan untuk membela diri akhirnya hal yg salah yg mereka lakukan yaitu dengan mengatakan ‘nggak kok Islam gak ada ngajarin kekerasan, kita perang ketika diserang aja kok.’
Padahal kita bisa perang karena diserang ataupun menyerang, tapi tujuannya tetep untuk menghadapi rintangan fisik bagi tersebarnya dakwah bukan yg lain. Kan sebelum diputuskan untuk diperangi sudah dikirim utusan untuk menanyakan mau tunduk apa diperangi. Nah sikap seperti itu yg sebenarnya diinginkan oleh Barat. Mereka menginginkan pada akhirnya kita sendiri yg mengubah hukum Allah. Kan sudah jelas bahwa Allah menyuruh kita menghadapi rintangan fisik ya dengan fisik
gak mungkinkan kita lawan dengan doa saja?
Nah dengan kita berusaha untuk membela diri dari tuduhan yg menjebak tadi makanya kita bilang klo Islam hanya menyerang ketika diserang, padahal mau diserang ataupun tidak, ketika konteksnya adalah penguasa suatu daerah menghalangi bagi masuknya islam pada rakyat mereka ya harus dihadapi. Umat Islam dijebak dengan tuduhan itu,,
Dan barat berhasil karena yg sebenarnya mereka takutkan adalah ketika umat menyadari bahwa kekuatan mereka begitu besar,,
Mati syahid adalah hal yg diidamkan, nah mereka kan takut mati wong mereka aja nggak punya jaminan matinya bakal masuk syurga. Tapi yg harus digaris bawahi kita dalam berjuang harus ikuti metode Rosulullah, sekarang belum ada Daulah maka yg dilakukan hanya perang terhadap pemikiran tidak fisik, kecuali yg di palestina, irak, dll. Yang jelas-jelas mereka diserang dan mereka wajib untuk berjuang
Gimana??
Nah saat ini yg jadi kewajiban bagi kita ya berupaya agar Daulah Islam itu tegak. Kalau dibilang berjuang dia dampaknya real.
Kalau konteksnya berjuang ya...
Nah perjuangan yg berupa materi mau sampai kapan kita kasih terus??
efeknya cuma parsial dan temporal dey,
Perjuangn yg paling efektif buat kita sekarang adalah berusaha menegakkan kembali institusi yg akan melindungi dan membela kaum muslim yaitu DAULAH KHILAFAH.
Itu solusi yg pasti Dey,, dan asal tau aja semua kaum muslim mengharapkan itu
yok... kita berjuang!
Itulah Dey, bergabung dalam kelompok dakwah adalah hal yang wajib karena dakwah yg mampu membangkitkan gak bisa dilakukan oleh individu tapi harus kelompok/jama'ah
ketika kita ingin menunaikan kewajiban itu, kita juga harus tau kelompok dakwah yang kayak gimana yang mau kita ikutin, apakah yg membangkitkan atau tidak
dan harus kita ingat bahwa untuk bisa menjadi aktivitas yg bernilai disisi Allah tidak cukup hanya dengan niat yg ikhlas karena Allah tapi juga butuh cara yg benar.
2 syarat itu mutlak diperlukan.
so, ketika kita ingin agar perjuangan kita dalam kelompok dakwah bisa bernilai pahala ya harus 2 syarat itu dipenuhi. Kita tentu tidak ingin berada dalam kelompok yg pragmatis/menyesuaikan diri dengan keadaan. Misalnya, ngaji di kelompok dakwah Hizbut Takhir. Dengan akal yang ada pada kita maka itulah bekal yg Allah kasih untuk kita mampu memilih mana yg benar, tanyakan semua yg dedey pertanyakan selama ini dan temukan jawabannya.
Insya Allah dimudahkan oleh Allah langkah kita untuk menemukan kebenaran asalkan kita mau jadi orang yg hanif/ siap menerima kebenaran (tolak ukurnya hukum Allah) dari manapun
selamat berjuang saudariku yg kucintai karena Allah.”
Begitulah, maka jelas sudah bagi saya untuk menjawab pertanyaan tentang syahid dalam keterbatasan ilmu saya, saya masih dapat bertanya pada yang lebih mengerti/dapat memberikan pemakanaan yang lebih jelas. Dan satu hal lagi, ingatlah sekali lagi untuk memperjuangkan itu kita tidak bisa sendirian, kita harus bergabung dalam sebuah kelompok dakwah. Jika kita tidak punya ilmu banyak, mengaji bersama-sama adalah salah satu jalannya. Karena kita tidak bisa belajar sendirian secara otodidak dalam hal agama, tidak bisa sendirian dari buku, dari internet, dan media lainnya. Kita harus mempunyai seorang guru. Karena, izinkan saya memberitahukan pengalaman saya. Saya pernah-sebelum ikut liqo-membaca sebuah buku tentang keluarga sayyidina Ali bin Abi thalib, buku yang indah kata-kata yang indah. Sayangnya setelah dirasakan dan dibaca dengan lebih seksama, ada terlalu banyak penggambaran tentang sayyidina Ali (semoga beliau diberikan rahmah oleh Allah) dan keluarga nya yang berbeda dengan yang ada dalam siroh. Ternyata benarlah, bahwa sang penulis (sumber informasi) adalah penganut paham syi’ah-saya tidak akan mejelaskan syi’ah itu apa,silahkan anda cari tahu sendiri-. Itulah mengapa, dalam pergerakan dakwah kita harus bersatu. Jika sendirian, perumpaan lama tentang sebatang lidi yang akan mudah dipatahkan adalah benar, sedangkan satu ikatan lidi akan sulit dipatahkan. Saat ini Islam, sedang terpecah belah, tercerai berai, dan kebingungan dalam agamanya sendiri. Itulah mengapa kita seperti sebatang lidi, patah. Maka bergabunglah dalam gerakan dakwah. Tidak usah takut dengan isu JIL/NII dan lain sebagainya. Sebelum bergabung ada baiknya kita mencari tahu dulu kelompok dakwah ini menyimpang atau tidak. Tahunya bagaimana? Lihat saja tingkah polah pengikutnya, sesuai ajaran Allah dan Rasulnya tidak? Sesuai Al-Qur’an dan sunnah tidak?
Islam ahlu sunnah wal jama’ah.
Bergabunglah dalam gerakan dakwah yang benar. Dengan hati yang ikhlas insya Allah, Allah akan memudahkan. Bergabunglah agar kita tidak mudah dipatahkan.
Demikianlah saya, yang awam ilmu ini, yang masih berjuang untuk mencari ilmu menyampaikan pemikirannya. Semoga Allah, merahmati keadaan kalian yang membacanya. Dan semoga kita masih dapat saling mengingatkan satu sama lain.
Aamiin Allahumma aamiin...
_sharing dengan Hafsah Nurul Nisa a.ka Detty_ aku mencintaimu karena Allah ya ukhti...
Karena hidup harus memahami, pemahaman yang baik.
Karena hidup harus dimengerti, pengertian yang benar.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakah...
~DYR~


Komentar
Posting Komentar