di kutip dari Abdurahman Faiz's blog :)





(buat Om Pepeng)


dari tanah
merendahlah setanahtanah
kau hadapkan lurus wajahmu
bersama ketulusan dan daya
yang kau pahat dalam rongga diri

syahdu kau lirihkan suara
hingga kau dengar nada udara
di antara jari-jari yang tengadah
dan jingkat kaki musim,
melintasi sabana fana

lalu kau pilih ucapan paling bunga
diiringi airmata rindu kupu-kupu

:”Aku selalu kembali padaMu
 dalam tiap hembus, dalam tiap denyut,
dalam semangat yang kekal tersemat”

Sayup kau pun mendengar
gempita puja barisan malaikat
yang tak pernah usai
mengaminkan cinta para kekasih

(30 Oktober 2007)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jembatan Zaman

Things... about tonight.

After the Rain - Adhytia Sofyan