Wortel, Telur, dan Kopi...
Masih ingat gak?
Mengenai filosofi Wortel, Telur dan Kopi?
Pernah gak merasa berada di suatu tempat dimana keadaan sekeliling ramai tapi kita merasa asing?
Pasti pernah deh, itulah yang mengingatkan aku untuk menulis tentang filosofi 3 benda itu...
Bayangkan kita merebus wortel, telur dan kopi...
Pertama, wortel ketika kita rebus, dari yang tadinya keras menjadi lunak...
aku membayangkan ketika aku menghadapi lingkungan dengan mainstream yang berbeda dengan idealisme kita, kalo kita ingin tidak ikut-ikutan dengan mainstream yang ada tapi ternyata kita malah terhanyut kedalamnya. Seperti wortel kita yang awalnya istiqomah dan menggebu-gebu dalam ketakwaan mendadak lumer dan lunak seperti wortel yang direbus.
Ataukah kita yang tadinya rapuh seperti telur, lalu berubah menutup diri (berubah menjadi keras), menjadi acuh tak acuh dengan lingkungan sekitar...
Tapi...
Pada dasarnya kita ingin tetap istiqomah seperti kopi, yang tidak berubah walaupun direbus dengan air panas, ia malah membaur dan mewarnai...
_catatan di senja hari_
Ya Rabb, istiqomahkan iman dalam dada hamba,,,
ajari bagaimana caranya membaur seperti kopi tapi tidak terwarnai, justru aku yang mewarnai....
~DYR~
Mengenai filosofi Wortel, Telur dan Kopi?
Pernah gak merasa berada di suatu tempat dimana keadaan sekeliling ramai tapi kita merasa asing?
Pasti pernah deh, itulah yang mengingatkan aku untuk menulis tentang filosofi 3 benda itu...
Bayangkan kita merebus wortel, telur dan kopi...
Pertama, wortel ketika kita rebus, dari yang tadinya keras menjadi lunak...
aku membayangkan ketika aku menghadapi lingkungan dengan mainstream yang berbeda dengan idealisme kita, kalo kita ingin tidak ikut-ikutan dengan mainstream yang ada tapi ternyata kita malah terhanyut kedalamnya. Seperti wortel kita yang awalnya istiqomah dan menggebu-gebu dalam ketakwaan mendadak lumer dan lunak seperti wortel yang direbus.
Ataukah kita yang tadinya rapuh seperti telur, lalu berubah menutup diri (berubah menjadi keras), menjadi acuh tak acuh dengan lingkungan sekitar...
Tapi...
Pada dasarnya kita ingin tetap istiqomah seperti kopi, yang tidak berubah walaupun direbus dengan air panas, ia malah membaur dan mewarnai...
_catatan di senja hari_
Ya Rabb, istiqomahkan iman dalam dada hamba,,,
ajari bagaimana caranya membaur seperti kopi tapi tidak terwarnai, justru aku yang mewarnai....
~DYR~

Komentar
Posting Komentar